KUMPULAN PUISI

TuhankuDalam termangu, aku masih menyebut namaMuWalau susahsungguhMengingat kau penuh seluruhTuhankuAku hilang bentukRemukTuhankuDi pintuMu aku me­ngetukAku tidak bisa berpaling
, Komentar (0)
DI MESJID
07:15 Author: whandie
Kuseru saja DiaSehingga datang jugaKami pun bermuka-muka.Seterusnya Ia menyala-nyala dalam dada.Segala daya memadamkannyaBersimbah peluh diri yang tidak bisa diperkudaIni ruangGelanggang kami berperangBinasa-membinasaSatu menista lain gila.
29 Mei 1943
, Komentar (0)
RUMAHKU
07:14 Author: whandie
Rumahku dari unggun-timbun sajakKaca jernih dari luar segala nampakKulari dari gedong lebar halamanAku tersesat tak dapat jalanKemah kudirikan ketika senjakalaDi pagi terbang entah ke manaRumahku dari unggun-timbun sajakDi sini aku berbini dan beranakRasanya lama lagi, tapi datangnya datangAku tidak lagi meraih petangBiar berleleran kata manis maduJika menagih yang satu.27 April 1943
, Komentar (0)
SENDIRI
07:14 Author: whandie
Hidupnya tambah sepi, tambah hampaMalam apa lagiIa memekik ngeriDicekik kesunyian kamarnyaIa membenci. Dirinya dari segalaYang minta perempuan untuk kawannyaBahaya dari tiap sudut. Mendekat jugaDalam ketakukan-menanti ia menyebut satu namaTerkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!Februari 1943
, Komentar (0)
TAK SEPADAN
07:13 Author: whandie
Aku kira:Beginilah nanti jadinyaKau kawin, beranak dan berbahagiaSedang aku mengembara serupa Ahasveros.Dikutuk-sumpahi ErosAku merangkaki dinding butaTak satu juga pintu terbuka.Jadi baik juga kita padamiUnggunan api iniKarena kau tidak 'kan apa-apaAku terpanggang tinggal rangka.
Februari 1943
, Komentar (0)
untuk neneknda
07:11 Author: whandie
Bukan kematian benar menusuk kalbuKeridlaanmu menerima segala tibaTak kutahu setinggi itu atas debudan duka maha tuan bertakhta.Oktober 1942
, Komentar (0)
Senja di Pelabuhan Kecil
07:09 Author: whandie
Ini kali tidak ada yang mencari cintadi antara gudang, rumah tua, pada ceritatiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlautmenghembus diri dalam mempercaya mau berpautGerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elangmenyinggung muram, desir hari lari berenangmenemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerakdan kini tanah dan air tidur hilang ombak.Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalanmenyisir semenanjung, masih pengap harapsekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalandari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
1946
, Komentar (0)
AKU
07:06 Author: whandie
Kalau sampai waktuku‘Ku mau tak seorang ‘kan merayuTidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan ituAku ini binatang jalanDari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitkuAku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlariBerlariHingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduliAku mau hidup seribu tahun lagi
Pembangoenan,No. 1, Th. I10 Desember 1945
, Komentar (0)
KRAWANG-BEKASI
07:00 Author: whandie
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasitidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati?Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.Kenang, kenanglah kami.Kami sudah coba apa yang kami bisaTapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakanTapi adalah kepunyaanmuKaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangandan harapan atau tidak untuk apa-apa,Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkataKaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang, kenanglah kamiTeruskan, teruskan jiwa kamiMenjaga Bung Karnomenjaga Bung Hattamenjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayatBerikan kami artiBerjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian Kenang, kenanglah kamiyang tinggal tulang-tulang diliputi debuBeribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janjiAku sudah cukup lama dengan bicaramudipanggang diatas apimu, digarami lautmu Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimuAku sekarang api aku sekarang lautBung Karno ! Kau dan aku satu zat satu uratDi zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayarDi uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh
, Komentar (0)
DIALAMATKAN KEPADA KHAIRIL ANWAR
06:44 Author: whandie
Sabarlah khairilhisaplah rokokmu dalam dalamsebentar lagi akan datang puisiDuduklah di situ khairilaku sedang dalam perjalanan menjemputi puisi puisimereka tersebar di sekeliling kotaMasih berapa batang ada sigaretmu?kalau begitu tentu masih cukup buatmu menelan pemandangandan membuatnya jadi puisi yang merindang teduh sampai sanasungguhaku hanya berkeliling menjemputi cecer puisimutanpa berusaha menjadi salah satu dari merekatunggu ya5 maret 2005idaman andarmosoko
, , Komentar (0)
Aku; aku, kamu; Chairil
06:41 Author: whandie
Aku; aku, kamu; ChairilAku bukan kamuWalaupun akunya kamuKamu juga akunya akuPadahal aku kamu banget gitu lochKamu pun aku banget-banget abeeesAku aku, kamu kamuKamu kamu, aku akuSemau maukuSemau maumuBiar aku padamu, selaluKali kali aja kamu juga padaku,Bisa jadi aku kekamu-kamuanDan kamu keaku-akuanAbisanKebetulanJangan-janganTahun depan kita seumuranNamunApabilaSementaraDiantaranyaMaka dari ituOleh karenaDaripadaMeskipunBagaimanapunWalaupunSekalipunKamu mengaku-akuAku tetap bukan kamuAku takkan pernah kamuAku; aku, kamu; ChairilTeater daun, 27 Februari 2005
Buat Sang Chairil Anwar Dibacain di acara "Aku, Chairil dan aku" di Galeri Nadi, 28 April 2005, oleh temen TK-ku, Ulil, Rama Yulia Furry.
, , Komentar (0)
PRAJURIT JAGA MALAM
12:54 Author: whandie
khairil AnwarWaktu jalan.Aku tidak tahu apa nasib waktu ?Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,bermata tajamMimpinya kemerdekaanbintang-bintangnyakepastian ada di sisikuselama menjaga daerah mati iniAku suka pada mereka yang berani hidupAku suka pada mereka yang masuk menemu malamMalam yang berwangi mimpi, terlucut debu……Waktu jalan.Aku tidak tahu apa nasib waktu !(1948)
, Komentar (0)
Aku Terpeleset
12:37 Author: whandie
karya Khairil AnwarAku Pria JalangDari Kumpulannya Yang TerbuangAku Kecantol Wanita JalangDemi Tubuhnya Kuhambur UangGejolak Hasrat Nafsu BerpetualangMembuat Masakan Di Rumah Terasa KurangAku Anak Manusia, Aku Anak MalangAffairku Akhirnya Tercium OrangKarir Sukses Agency Akhirnya HilangKarena Ada Kelemahanku Yang Bisa DiserangSemuanya Hancur Gara-gara Selembar KutangKepada Siapa Aku Pantas Berang?Semua Kesalahan Kulimpahkan Kepada Si JalangTetapi Sebenarnya Godaan Si Wanita JalangTakkan Mempan Kalau Akunya Sendiri Tidak Jalang!Kesadaran Selalu Datang Menjelang PetangKini Yang Ku-punya Tinggal TulangTapi Sebelum Aku BerpulangAku Ingin Berpesan Kepada Sesama Hidung Belang !Kiamat segera datang.......!!!!Tobatlah mulai sekarang......

Postingan populer dari blog ini

TUGAS MERANCANG KAPAL 1

PROSES PEMBANGUNAN KAPAL

PENGERJAAN REPARASI KAPAL